Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah
ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)"(QS. Ali Imran : 14)
cinta pada diri manusia bisa dibagi menjadi dua:
1. cinta yang bersifat thobi'i (tabiat, natural, alamiah) (QS. 3:14)
2. cinta yang bersifat syar'i (syari'at) (QS. 49:7)
Cinta yang thobi'i ada pada manusia semenjak dia lahir. Sedangkan
cinta yang bersifat syar'i ditanamkan oleh Allah pada diri orang-orang
mu'min.
Cinta yang thobi'i muncul dalam bentuk kecenderungan kepada apa-apa
yang diingini (hubbussyahawat) seperti yang diungkapkan dalam Q.S. 3:14.
Kata syahwat disini tentunya bukan hanya berarti nafsu libido seperti
yang dimaknai dalam bahasa Indonesia. Dari sini lahirlah sikap
hubbuttamaluk atau keinginan untuk memiliki yang sifatnya fana.
Cinta yang syar'i landasannya adalah keimanan yang dianugerahkan
Allah secara khusus pada diri orang-orang mu'min. Dari sini lahirlah
kondisi mawaddah warrohmah (keinginan yang sangat terhadap yang dicintai).
Ciri-ciri adanya cinta ('alamatul-hubb)
Ada beberapa ciri yang mengindikasikan bahwa seseorang memiliki rasa cinta terhadap sesuatu.
1. Adanya perasaan ta'ajub.
Kata ini diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi "takjub" atau "pesona" Kecintaan terhadap sesuatu meniscayakan adanya pesona yang terkandung dalam sesuatu yang kita cintai tersebut.
2. Adanya perasaan roja (harap) dan khouf (cemas)
Perasaan harap-harap cemas adalah reaksi yang azim muncul dalam interaksi yang dilandasi oleh rasa cinta. Untuk menyebut sebuah contoh, cobalah tengok acara H2C di salah satu stasiun TV
3. Munculnya perasaan ridho (rela).
Terhadap apapun yang diminta oleh orang yang kita cintai, sejauh itu bisa kita lakukan, maka biasanya kita dengan senang hati melakukannya.
Tengoklah ungkapan orang yang sedang dimabuk cinta; Gunung kan kudaki,lautpun kan kuseberangi, dsb dsb.
4. Lahir perilaku dzikr (sering menyebut objek yang dicintai)
Barangsiapa yang mencintai sesuatu, maka ia akan sering mengingat (menyebutnya), karena cinta adalah perasaan hati yang butuh pengekspresian, baik dalam bentuk kata maupun aksi perbuatan.
5. Muncul sikap tadhhiyyah (pengorbanan)
Cinta tanpa pengorbanan adalah dusta dan pengorbanan tanpa cinta adalah sia-sia.
Prioritas cinta (al-iitsaru fil hubb)
Islam mengatur prioritas dalam menempatkan rasa cinta, yang seharusnya dita'ati oleh setiap mu'min (QS. 9:24).
1. Prioritas cinta yang pertama adalah Allah Swt.
2. Rasul dan Al-Islam
3. Al-Jihad
4. Al-Mu'min
Tertib cinta (Marotibul-hubb)
Di awal disampaikan bahwa rasa cinta adalah "perhiasan" yang semestinya ditempatkan pada tempat dan waktu yang tepat. Kecintaan kepada Allah Swt adalah kecintaan tertinggi yang harus kita prioritaskan. Namun demikian, Allah Swt tidak akan pernah mendzolimi manusia dengan mereduksi rasa cinta manusia terhadap hal-hal lain yang bersifat materi. Hanya saja, yang dituntut dari kita adalah menempatkan rasa cinta itu secara proporsional (marotibul-hubb), atau dengan kata lain memberikan proporsi cinta yang tepat terhadap segala sesuatu.
Proporsi seperti apakah yang semestinya kita berikan atau kita tempatkan terhadap sesuatu yang kita cintai?
1. Ta'athuf (artinya kurang lebih: simpati)
Walaupun agak sulit mencari padanan yang tepat dalam bahasa Indonesia, namun bisa dikatakan bahwa ta'athuf adalah "rasa cinta terhadap hal yang bersifat materi (madah) atau dunia. Kecintaan terhadap dunia
(materi) harus diletakkan sewajarnya dengan tidak berlebih-lebihan. Ingat do'a yang meminta agar Allah meletakkan dunia di "tangan" kita, dan bukan di "hati" kita. Dan banyak ungkapan lain yang mengingatkan kita untuk "tidak terlalu mencintai dunia. Dari kecintaan terhadap materi (dunia) ini lahirlah sikap intifa (memanfaaatkan).
2. Shobabah (artinya kurang lebih: curahan, menuang)
Tingkatan ini lebih tinggi dari sekedar ta'athuf (simpati). Kecintaan yang bersifat shobabah semestinya di curahkan kepada sesama muslim (Al-muslim). Dari sini lahirlah sikap ukhuwah.
3. As-syauq wal ghorom (kerinduan yang sangat)
Sasaran dari rasa cinta ini adalah Al-mu'min. Dari sini lahir sikap kasih sayang dan pengutamaan (mawaddah wa tafadhol)
4. Al-'Isyq (Artinya kurang lebih "kemesraan")
Dalam bahasa Indonesia dikenal istilah asyik-masyuk yang diserap dari istilah ini. Object dari perasaan ini adalah Ar-Rasul dan Al-Islam. Lahir sikap jihad dan pengorbanan (al-jihad wat-tadhhiyyah)
5. At-Taim (kemesraan yang sempurna, yang utama)
Obyek dari kecintaan tertinggi ini adalah tentu saja Allah 'Azza Wajalla. Dari sini lahirlah sikap 'ubudiyah (penghambaan).
Ada satu ungkapan dari Ibnu Taimiyah. : mencinta dicinta tercinta adalah keutamaan mencinta tercinta. Kecintaan kita kepada sesuatu yang dicintai oleh orang yang kita cintai adalah kesempuranaan dalam mencintai orang tercinta. Allah mencintai Rasulullah. Maka wajib bagi kita untuk mencintai Rasulullah sebagai ungkapan keutamaan cinta kita kepada Allah. Kecintaan kita kepada Rasullulah adalah karena kita cinta kepada Allah.
Karena kecintaan kepada Allah adalah prioritas tertinggi, maka:
CINTAILAH SEGALA SESUATU ITU KARENA KECINTAAN KITA KEPADA ALLAH.
Rabu, 11 Februari 2009
RINTIHAN IBUKU
Assalamu'alaykum Wr.Wb.
Seorang Ibu berkata lirih dalam hatinya,, inginnya ia ungkapkan itu kepada anaknya yang sangat ia cintai...
Anakku yang kusayangi...
Pada suatu saat dikala kamu menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua, cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku..
Jika banyak makanan yang tercecer dikala aku makan…
Jika aku mendapat kesulitan dalam mengenakan pakaianku sendiri…sabarlah !
Kenanglah saat-saat dimana aku meluangkan waktuku untuk mengajarimu tentang segala hal yang kau perlu tahu, ketika kau masih kecil..
Jika aku mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh kali, jangan menghentikanku! Dengarlah aku !
Ketika kau kecil, kau selalu memintaku membacakanmu cerita yang sama berulang-ulang, dari malam yang satu ke malam yang lain hinga kau tertidur. Dan aku lakukan itu untukmu !
Jika aku enggan mandi, jangan memarahiku dan jangan katakan kepadaku bahwa itu memalukan…
Ingatlah berapa banyak pengertian yang kuberikan padamu menyuruhmu mandi dikala kecilmu…
Aku mengajarimu banyak hal …. Cara makan yang baik……cara berpakaian yang baik…….berperilaku yang baik………..bagaimana menghadapi problem dalam kehidupan…
Jika terkadang aku menjadi pelupa dan aku tidak dapat mengerti dan mengikuti pembicaraan, beri aku waktu untuk mengingat dan jika aku gagal melakukannya jangan sombong dan memarahiku, karena yang penting bagiku adalah….aku dapat bersamamu dan dapat berbicara padamu…
Jika aku tak mau makan, jangan paksa aku !
Aku tahu bilamana aku lapar dan kapan aku tak lapar.
Ketika kakiku tak lagi mampu menyangga tubuhku, untuk bergerak seperti sebelumnya……Bantulah aku dengan cara yang sama ketika aku merengkuhmu dalam tanganku, mengajarimu melakukan langkah-langkah pertamamu……
Dan kala suatu saat nanti, ketika aku katakan padamu bahwa aku tak lagi ingin hidup…………, ketika aku ingin mati….., jangan marah…, karena pada saatnya nanti kau juga akan mengerti !!!
Cobalah untuk mengerti bahwa pada usia tertentu, kita tidak benar-benar “hidup” lagi, kita hanya “tidak mati”.
Suatu hari kelak kau akan mengerti bahwa di samping semua kesalahan yang aku buat, aku selalu ingin apa yang terbaik bagimu dan bahwa aku siapkan dasar bagi perkembangan dan kehidupanmu kelak.
Kau tak usah merasa sedih, tidak beruntung atau gagal di hadapanku melihat kondisiku dan usia ku yang sudah bertambah tua.
Kau harus ada didekatku, mencoba mengerti aku bahwa hidupku adalah bagimu, bagi kesuksesanmu, seperti apa yang kulakukan pada saat kau lahir…
Bantulah aku untuk berjalan, bantulah aku pada akhir hidupku dengan cinta dan kesabaran.
Satu hal yang membuatku harus berterimakasih padamu adalah senyum dan kecintaanmu padaku.
Aku mencintaimu anakku………
Nah, Sahabat semuanya,, apa yang paling berkesan tentang Ibu yang mungkin masih bersamamu saat ini?? sebentar lagi kan mau hari Ibu...
Adryan Mulya Hadinata
“Om_Ryan”
Seorang Ibu berkata lirih dalam hatinya,, inginnya ia ungkapkan itu kepada anaknya yang sangat ia cintai...
Anakku yang kusayangi...
Pada suatu saat dikala kamu menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua, cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku..
Jika banyak makanan yang tercecer dikala aku makan…
Jika aku mendapat kesulitan dalam mengenakan pakaianku sendiri…sabarlah !
Kenanglah saat-saat dimana aku meluangkan waktuku untuk mengajarimu tentang segala hal yang kau perlu tahu, ketika kau masih kecil..
Jika aku mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh kali, jangan menghentikanku! Dengarlah aku !
Ketika kau kecil, kau selalu memintaku membacakanmu cerita yang sama berulang-ulang, dari malam yang satu ke malam yang lain hinga kau tertidur. Dan aku lakukan itu untukmu !
Jika aku enggan mandi, jangan memarahiku dan jangan katakan kepadaku bahwa itu memalukan…
Ingatlah berapa banyak pengertian yang kuberikan padamu menyuruhmu mandi dikala kecilmu…
Aku mengajarimu banyak hal …. Cara makan yang baik……cara berpakaian yang baik…….berperilaku yang baik………..bagaimana menghadapi problem dalam kehidupan…
Jika terkadang aku menjadi pelupa dan aku tidak dapat mengerti dan mengikuti pembicaraan, beri aku waktu untuk mengingat dan jika aku gagal melakukannya jangan sombong dan memarahiku, karena yang penting bagiku adalah….aku dapat bersamamu dan dapat berbicara padamu…
Jika aku tak mau makan, jangan paksa aku !
Aku tahu bilamana aku lapar dan kapan aku tak lapar.
Ketika kakiku tak lagi mampu menyangga tubuhku, untuk bergerak seperti sebelumnya……Bantulah aku dengan cara yang sama ketika aku merengkuhmu dalam tanganku, mengajarimu melakukan langkah-langkah pertamamu……
Dan kala suatu saat nanti, ketika aku katakan padamu bahwa aku tak lagi ingin hidup…………, ketika aku ingin mati….., jangan marah…, karena pada saatnya nanti kau juga akan mengerti !!!
Cobalah untuk mengerti bahwa pada usia tertentu, kita tidak benar-benar “hidup” lagi, kita hanya “tidak mati”.
Suatu hari kelak kau akan mengerti bahwa di samping semua kesalahan yang aku buat, aku selalu ingin apa yang terbaik bagimu dan bahwa aku siapkan dasar bagi perkembangan dan kehidupanmu kelak.
Kau tak usah merasa sedih, tidak beruntung atau gagal di hadapanku melihat kondisiku dan usia ku yang sudah bertambah tua.
Kau harus ada didekatku, mencoba mengerti aku bahwa hidupku adalah bagimu, bagi kesuksesanmu, seperti apa yang kulakukan pada saat kau lahir…
Bantulah aku untuk berjalan, bantulah aku pada akhir hidupku dengan cinta dan kesabaran.
Satu hal yang membuatku harus berterimakasih padamu adalah senyum dan kecintaanmu padaku.
Aku mencintaimu anakku………
Nah, Sahabat semuanya,, apa yang paling berkesan tentang Ibu yang mungkin masih bersamamu saat ini?? sebentar lagi kan mau hari Ibu...
Adryan Mulya Hadinata
“Om_Ryan”
10 Tips Mencari Pria Idaman
10 Tips Mencari Pria Idaman ( JUga Wanita Idaman)
Bila saatnya tiba, kita tidak lagi mencari teman kencan. Tapi teman sejiwa. Tahukah kita, perbedaan antara pria yang bisa DIAJAK KENCAN dan pria yang bisa DIAJAK MENIKAH ?
Pria yang bisa diajak kencan, memberikan saat-saat indah. Tapi pria yang bisa diajak menikah akan memberikan kehidupan yang indah untuk kita. Pria yang bisa diajak menikah, biasanya pemalu di awal proses kencan, bahkan kadang tidak menarik. Tapi individu yang justru mengawali dengan tidak terburu-buru akan menjalani dengan proses dengan baik dan berakhir dengan bahagia.
Dalam mencari jodoh yang harus dilakukan pertama kali dan paling mendasar, bangun persahabatan terlebih dahulu. Untuk menemukan CINTA SEJATI, kita tinggal mencari sahabat terbaik, bukan pecinta ulung. Pasangan yang telah menikah lama biasanya mengatakan, "Pasangan saya merupakan sahabat terbaik".
Sahabat yang terbaik akan bisa dijadikan pasangan anda, seseorang yang secara fisik maupun psikologis menarik hati anda. Yang dimaksud pasangan hidup adalah anda dengan pasangan seperti 'tersambung'.
Berikut-berikut tips-tips untuk mencari pria yang bisa diajak menikah.
1. Jadikan Sahabat Lebih Dulu
Jangan silau dengan penampilan fisik (misal: macho, tampan, punya mobil bagus dan lain-lain) Kencan adalah suatu proses mencari tahu apa yang benar-benar diinginkan.
2. Cari Pasangan Buat Menikah Bukan Untuk Pacaran
Ingat perbedaan mendasar pria yang bisa diajak menikah dan yang bisa diajak kencan. Biasanya pria yang bisa diajak kencan pandai merayu, tapi tidak mampu mempertahankan hubungan.
3. Jangan Terjebak Dengan Ilusi Romantis
Hati-hati dengan pria yang biasanya hanya bersenang-senang: memberikan bunga, permen/perhatian tetapi tidak bisa memberikan dukungan saat anda melalui saat-saat berat. Pria yang mau diajak menikah mencintai anda secara keseluruhan, tidak hanya yang baik-baik saja. Carilah pria yang bisa memberikan rasa aman secara emosional.
4. Tentukan Batas Dalam Berhubungan
Ada beberapa pria yang tidak bisa diajak serius. Mereka mempunyai kecenderungan tidak setia dan selalu mencari yang 'lebih' lagi, seperti ungkapan 'rumput tetangga lebih hijau'. Jika pria yang pergi dengan anda selalu melirik wanita lain (alias ganjen), jangan coba-coba menjalin hubungan dengannya. Kecuali di saat-saat tertentu dia ingin membuat anda cemburu. (anda pasti tahu dimana dia bercanda atau serius saat melirik wanita lain).
Tentukan batasnya, jangan biarkan orang lain berulang-ulang menyakiti hati anda. Jika terjadi dan anda tidak mengatakan apa-apa, sama artinya dengan anda mengatakan "kamu dapat memperlakukan aku seenaknya".
5. Tulislah Kualitas Yang Dibutuhkan Dari Seorang Pria
Misalnya, jika anda membutuhkan seseorang yang benar-benar sensitif dan bisa diajak bicara, jangan terpaku pada pria yang tampan tapi pendiam. Jangan buang waktu berkencan dengan pria yang pada dasarnya tidak akan membuat anda bahagia. Jika anda tahu apa yang di butuhkan (bukan hanya diinginkan) dan tahu apa yang bisa membuat anda bahagia, anda akan mampu mengenali si dia saat menampilkan kualitas dirinya. Bukan hanya dari penampilan luarnya saja.
6. Jangan Takut Bertanya
Jika ada pria yang berjanji akan menghubungi anda tapi tidak melakukannya, anda berhak menanyakan alasannya. Sering kali wanita membuat kesimpulan keliru tentang hal ini. Pria dan wanita berbeda, mereka melakukan sesuatu dengan alasan dan motivasi yang berbeda pula. Jangan terlalu berprasangka dan berpikiran terlalu jauh/yang tidak-tidak. Sebaiknya minta klarifikasi atau penjelasan secara langsung dari dia... anggap saja dia montir bengkel mobil anda.
7. Pahami Terlebih Dahulu, Kencan, Seperti Juga Pernikahan, Merupakan Proses
Seperti juga persahabatan, kencan yang serius membutuhkan waktu. Dalam tahap ini mulailah mencari tahu seperti apa pria yang berkencan dengan anda. Misalnya mencoba dengan mengatakan hal yang sederhana, katakan padanya anda mengalami yang tidak menyenangkan hari ini. Bila ia tidak bertanya MENGAPA dan malah mengalihkan pembicaraan ke topik lain, anda bisa tahu pria ini bukan orang yang enak di ajak 'berbagi' perasaan.
Ingat: kemampuan berbagi, kunci ikatan cinta sejati yang kuat. Suatu hubungan bukanlah suatu yang anda miliki atau tidak. Melainkan merupakan kerja sama dua belah pihak, satu kesatuan, dimana terdapat saling asuh, dukungan stimulasi, kejujuran dan banyak lagi.
8. Memandang Hubungan Sebelumnya Sebagai Pelajaran, Bukan Kegagalan
Setiap orang yang terlibat dalam hidup anda, memberikan pelajaran berharga (termasuk mantan-mantan pacar anda). Apapun yang menimpa anda, anda bisa mengambil hikmahnya.
Hubungan sebelumnya bisa di jadikan pelajaran, apa yang membuat anda bahagia dan sebaliknya. Jangan pernah menyalahkan diri sendiri. Tapi belajar dari kesalahan/kegagalan sebelumnya. Ingat, berbuat khilaf itu manusiawi. Tapi jika melakukannya terus menerus, itu suatu kebodohan.
9. Jangan Takut Mencoba, Sekalipun Tidak Sesuai Dengan Harapan Anda
Wanita seringkali terpaku pada pola harapan yang lazim tentang cinta. Misalnya hanya menikah dengan pria yang berasal dari kota, gaul, terpelajar dan bekerja di kantor. Jangan takut mencoba sesuatu yang tampak tidak bisa membuat anda bahagia. Siapa tahu anda malah bisa senang tinggal di desa dengan tenang bersama suami. Jangan hanya berkencan dengan tipe anda. Tipe hanyalah serangkaian sifat yang ada pada seseorang. Anda kan tidak berkencan dengan serangkaian tipe itu, melainkan secara keseluruhan.
Banyak pria dan wanita tidak memanfaatkan waktu secara keseluruhan untuk menganalisa apa yang sebenarnya diinginkan. Mereka langsung memilih dengan gampang dan cepat, "berkencan dengan orang yang sesuai tipenya". Ini adalah suatu fobia (ketakutan) terhadap komitmen.
10. Jadilah Diri Anda Sendiri
Jangan 'berpura-pura' dalam berhubungan. Percuma dan tidak akan ada hasilnya. Ada empat kualitas utama dari seseorang, entah itu pria/wanita, yang bisa membuat orang lain tertarik:
1. Autentik (asli)
2. Dapat dipercaya
3. Genuine (tulen/rajin)
4. Tidak plin-plan alias konsisten
Pria dan wanita yang bisa di percaya, selalu jujur dan menjadi dirinya sendiri, akan dapat menikmati kehidupan dan akhirnya menemukan CINTA SEJATINYA
Bila saatnya tiba, kita tidak lagi mencari teman kencan. Tapi teman sejiwa. Tahukah kita, perbedaan antara pria yang bisa DIAJAK KENCAN dan pria yang bisa DIAJAK MENIKAH ?
Pria yang bisa diajak kencan, memberikan saat-saat indah. Tapi pria yang bisa diajak menikah akan memberikan kehidupan yang indah untuk kita. Pria yang bisa diajak menikah, biasanya pemalu di awal proses kencan, bahkan kadang tidak menarik. Tapi individu yang justru mengawali dengan tidak terburu-buru akan menjalani dengan proses dengan baik dan berakhir dengan bahagia.
Dalam mencari jodoh yang harus dilakukan pertama kali dan paling mendasar, bangun persahabatan terlebih dahulu. Untuk menemukan CINTA SEJATI, kita tinggal mencari sahabat terbaik, bukan pecinta ulung. Pasangan yang telah menikah lama biasanya mengatakan, "Pasangan saya merupakan sahabat terbaik".
Sahabat yang terbaik akan bisa dijadikan pasangan anda, seseorang yang secara fisik maupun psikologis menarik hati anda. Yang dimaksud pasangan hidup adalah anda dengan pasangan seperti 'tersambung'.
Berikut-berikut tips-tips untuk mencari pria yang bisa diajak menikah.
1. Jadikan Sahabat Lebih Dulu
Jangan silau dengan penampilan fisik (misal: macho, tampan, punya mobil bagus dan lain-lain) Kencan adalah suatu proses mencari tahu apa yang benar-benar diinginkan.
2. Cari Pasangan Buat Menikah Bukan Untuk Pacaran
Ingat perbedaan mendasar pria yang bisa diajak menikah dan yang bisa diajak kencan. Biasanya pria yang bisa diajak kencan pandai merayu, tapi tidak mampu mempertahankan hubungan.
3. Jangan Terjebak Dengan Ilusi Romantis
Hati-hati dengan pria yang biasanya hanya bersenang-senang: memberikan bunga, permen/perhatian tetapi tidak bisa memberikan dukungan saat anda melalui saat-saat berat. Pria yang mau diajak menikah mencintai anda secara keseluruhan, tidak hanya yang baik-baik saja. Carilah pria yang bisa memberikan rasa aman secara emosional.
4. Tentukan Batas Dalam Berhubungan
Ada beberapa pria yang tidak bisa diajak serius. Mereka mempunyai kecenderungan tidak setia dan selalu mencari yang 'lebih' lagi, seperti ungkapan 'rumput tetangga lebih hijau'. Jika pria yang pergi dengan anda selalu melirik wanita lain (alias ganjen), jangan coba-coba menjalin hubungan dengannya. Kecuali di saat-saat tertentu dia ingin membuat anda cemburu. (anda pasti tahu dimana dia bercanda atau serius saat melirik wanita lain).
Tentukan batasnya, jangan biarkan orang lain berulang-ulang menyakiti hati anda. Jika terjadi dan anda tidak mengatakan apa-apa, sama artinya dengan anda mengatakan "kamu dapat memperlakukan aku seenaknya".
5. Tulislah Kualitas Yang Dibutuhkan Dari Seorang Pria
Misalnya, jika anda membutuhkan seseorang yang benar-benar sensitif dan bisa diajak bicara, jangan terpaku pada pria yang tampan tapi pendiam. Jangan buang waktu berkencan dengan pria yang pada dasarnya tidak akan membuat anda bahagia. Jika anda tahu apa yang di butuhkan (bukan hanya diinginkan) dan tahu apa yang bisa membuat anda bahagia, anda akan mampu mengenali si dia saat menampilkan kualitas dirinya. Bukan hanya dari penampilan luarnya saja.
6. Jangan Takut Bertanya
Jika ada pria yang berjanji akan menghubungi anda tapi tidak melakukannya, anda berhak menanyakan alasannya. Sering kali wanita membuat kesimpulan keliru tentang hal ini. Pria dan wanita berbeda, mereka melakukan sesuatu dengan alasan dan motivasi yang berbeda pula. Jangan terlalu berprasangka dan berpikiran terlalu jauh/yang tidak-tidak. Sebaiknya minta klarifikasi atau penjelasan secara langsung dari dia... anggap saja dia montir bengkel mobil anda.
7. Pahami Terlebih Dahulu, Kencan, Seperti Juga Pernikahan, Merupakan Proses
Seperti juga persahabatan, kencan yang serius membutuhkan waktu. Dalam tahap ini mulailah mencari tahu seperti apa pria yang berkencan dengan anda. Misalnya mencoba dengan mengatakan hal yang sederhana, katakan padanya anda mengalami yang tidak menyenangkan hari ini. Bila ia tidak bertanya MENGAPA dan malah mengalihkan pembicaraan ke topik lain, anda bisa tahu pria ini bukan orang yang enak di ajak 'berbagi' perasaan.
Ingat: kemampuan berbagi, kunci ikatan cinta sejati yang kuat. Suatu hubungan bukanlah suatu yang anda miliki atau tidak. Melainkan merupakan kerja sama dua belah pihak, satu kesatuan, dimana terdapat saling asuh, dukungan stimulasi, kejujuran dan banyak lagi.
8. Memandang Hubungan Sebelumnya Sebagai Pelajaran, Bukan Kegagalan
Setiap orang yang terlibat dalam hidup anda, memberikan pelajaran berharga (termasuk mantan-mantan pacar anda). Apapun yang menimpa anda, anda bisa mengambil hikmahnya.
Hubungan sebelumnya bisa di jadikan pelajaran, apa yang membuat anda bahagia dan sebaliknya. Jangan pernah menyalahkan diri sendiri. Tapi belajar dari kesalahan/kegagalan sebelumnya. Ingat, berbuat khilaf itu manusiawi. Tapi jika melakukannya terus menerus, itu suatu kebodohan.
9. Jangan Takut Mencoba, Sekalipun Tidak Sesuai Dengan Harapan Anda
Wanita seringkali terpaku pada pola harapan yang lazim tentang cinta. Misalnya hanya menikah dengan pria yang berasal dari kota, gaul, terpelajar dan bekerja di kantor. Jangan takut mencoba sesuatu yang tampak tidak bisa membuat anda bahagia. Siapa tahu anda malah bisa senang tinggal di desa dengan tenang bersama suami. Jangan hanya berkencan dengan tipe anda. Tipe hanyalah serangkaian sifat yang ada pada seseorang. Anda kan tidak berkencan dengan serangkaian tipe itu, melainkan secara keseluruhan.
Banyak pria dan wanita tidak memanfaatkan waktu secara keseluruhan untuk menganalisa apa yang sebenarnya diinginkan. Mereka langsung memilih dengan gampang dan cepat, "berkencan dengan orang yang sesuai tipenya". Ini adalah suatu fobia (ketakutan) terhadap komitmen.
10. Jadilah Diri Anda Sendiri
Jangan 'berpura-pura' dalam berhubungan. Percuma dan tidak akan ada hasilnya. Ada empat kualitas utama dari seseorang, entah itu pria/wanita, yang bisa membuat orang lain tertarik:
1. Autentik (asli)
2. Dapat dipercaya
3. Genuine (tulen/rajin)
4. Tidak plin-plan alias konsisten
Pria dan wanita yang bisa di percaya, selalu jujur dan menjadi dirinya sendiri, akan dapat menikmati kehidupan dan akhirnya menemukan CINTA SEJATINYA
Langganan:
Postingan (Atom)

